Jumat, 06 Januari 2012

Sebuah siluet dari asa


Kadang berfikir agar bisa menjadi seperti orang lain, ketika menyadari bahwa diri ini tidak di minati lawan jenis atau menjadi seseorang yang mudah di lupakan, tapi ini lah ekosistem hukum alam dan keberagaman. Semua menjadi aligator atas manusia dan lebur menjadi manuskrip.
Suatu hari saat matahari begitu bersemangat menyinari sore, tak sengaja aku pergi ke tengah-tengah keramaian..terdiam sejenak karna sesuatu yg sering di sebut siluet atau bayangan atau biasan bayangan saat matahari berada di sudut tertentu.
Dan apa yang aku lihat disana adalah kejaiban,di mana status,genre,jelek,kaya,miskin, dan tampan semua tampak sama yaitu sebuah sosok gelap berselimut kain hitam. Tersenyum dan terdiam kala itu,aku yg berpakaian tidak modis itu begitu terhibur karena melihat semua orang berpakaian sama dalam tampilan siluet.
Sejak hari itu aku mencari dan terus mencari siluet dari perasaan, “apa mungkin perasaan juga memiliki siluet?”. Yaitu suatu siluet dari perasaan semua org yang terlihat sama dan monotone. Tidak ada keberagaman tidak ada warna.
Agar aku tidak perlu lagi mengejar arti perasaan atau cinta. Aku terlalu rapuh dalam ekosistem seperti ini,dunia sudah di buai hedonisme harmonisme dan romantisme. Kapankah semua org memiliki rasa yang sama ?. terkadang berwarna itu menyebalkan.
Alasan knapa aku terus mencari siluet adalah dia, dia yang hanya bias ku peluk lewat siluet dan dari jarak yang  sangat jauh. Aku tau dia sedang tersenyum hari ini..tapi entah karna siapa dia tersenyum. Karna yang aku tau hanya siluetnya.. karna yang aku miliki hanya siluetnya.
Dia adalah teman baru yang tiba-tiba menjadi bagian dari hari-hari ku yang berat.. “ I “ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar