Kadang berfikir agar bisa menjadi seperti orang lain, ketika
menyadari bahwa diri ini tidak di minati lawan jenis atau menjadi seseorang
yang mudah di lupakan, tapi ini lah ekosistem hukum alam dan keberagaman. Semua
menjadi aligator atas manusia dan lebur menjadi manuskrip.
Suatu hari saat matahari begitu bersemangat menyinari sore,
tak sengaja aku pergi ke tengah-tengah keramaian..terdiam sejenak karna sesuatu
yg sering di sebut siluet atau bayangan atau biasan bayangan saat matahari
berada di sudut tertentu.
Dan apa yang aku lihat disana adalah kejaiban,di mana
status,genre,jelek,kaya,miskin, dan tampan semua tampak sama yaitu sebuah sosok
gelap berselimut kain hitam. Tersenyum dan terdiam kala itu,aku yg berpakaian
tidak modis itu begitu terhibur karena melihat semua orang berpakaian sama
dalam tampilan siluet.
Sejak hari itu aku mencari dan terus mencari siluet dari
perasaan, “apa mungkin perasaan juga memiliki siluet?”. Yaitu suatu siluet dari
perasaan semua org yang terlihat sama dan monotone. Tidak ada keberagaman tidak
ada warna.
Agar aku tidak perlu lagi mengejar arti perasaan atau cinta.
Aku terlalu rapuh dalam ekosistem seperti ini,dunia sudah di buai hedonisme
harmonisme dan romantisme. Kapankah semua org memiliki rasa yang sama ?.
terkadang berwarna itu menyebalkan.
Alasan knapa aku terus mencari siluet adalah dia, dia yang
hanya bias ku peluk lewat siluet dan dari jarak yang sangat jauh. Aku tau dia sedang tersenyum
hari ini..tapi entah karna siapa dia tersenyum. Karna yang aku tau hanya
siluetnya.. karna yang aku miliki hanya siluetnya.
Dia adalah teman baru yang tiba-tiba menjadi bagian dari
hari-hari ku yang berat.. “ I “
Tidak ada komentar:
Posting Komentar