Hari ini begitu bebas dan terpantau, bantuan dunia cyber membuat informasi mudah dan terlalu mudah di jangkau. Terkecuali punya super server sengan security tingkat pentagon.
Di tangan kanan ini sudah tersedia sebatang rokok yg siap aku bakar,dan pembakaran membutuhkan api bukan afi, pembakaran akan mengasilkan mekanisme buruk saat bercampur nikotin yang terus merangsang bibir ini.
Okey,api sudah menyala selangkah lagi aku akan bakar rokok ini agar dapat ketenangan dengan esensi yang berbeda. Sedikit berdiri dan melakukan peregangan otot karna terkaku,
Sehabis merokok aku siap jalani hari di pagi yang dingin ini, namun ada sesuatu yang aku perluka saat kedinginan yaitu kehangatan, kehangatan yg bukan kehangatan dalam artian negativ. Setelah semua siap aku mulai melaju menuju kampus yang penuh kehampaan. Aktifitas sebagai mahasiswa dimulai dan berahir.
Saat sampai di parkiran tiba” turun hujan yang sedikit membuat aku menggigil,sejenak diam dan ahirnya aku abaikan. Pulang dengan mata menggelayut kelelahan. Dari jauh sudah terliahat perempatan jalan yang bersiap tuk memerahkan lampunya.
Perjalanan terhenti dan aku terpaksa melihat kiri kanan agar tidak kaku. Namu yang saya lihat adalah beberapa pasangan yang sedang boncengan. Miris dan iri yang terlintas, dan aku sadar saat itu aku butuh afi.
Apa itu afi? Kenapa tidak api? Yang bisa menghangatkan suasana.
Aku butuh api saat raga ini kedinginan tapi aku butuh afi saat jiwa yang kedinginan.. sebelum memahami arti “afi” coba ambil sebuah kaca dan cerminkan tulisan afi dan lihan apa yang cermin tampilkan.. itu lah afi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar