Jumat, 06 Januari 2012

BANYAK PERTANYAAN YANG BELUM TERJAWAB


hoby membaca buku" filsafat bikin saya tertarik untuk berfikir tentang kehidupan ini,banyak sekali teori" pembenaran yg telah di tulis dan bahkan para pujangga" kata yg sejuk seperti plato dan aristotles telah membuku kannya dan mungkin jd kitab bagi sebagian org. lalu muncul pertanyaan "apa benar mereka mengerti tentang arti hidup?",saya kira tidak. apa mungkin banyak hal bisa di selesaikan dengan satu solusi yg di buat pada abad yg lalu?,lingkungan telah berubah,dnia semakin berkembang, dan masalah pun kian beragam. dan skarang pun saya di hadapkan dengan satu permasalahan dimana sebuah permasalahan membuat kita selalu membandingan hidup kita dengan org lain yg pada dasarnya jelas berbeda.
bahkan banyak org yg mewarisi sifat" dari firaun, mereka mengnggap semua hal dimilikinya bagus dan orang lain selalu salah di matanya. muncul satu fakta bahwa ternyata di balik kesombungan mereka ternyata mereka hanyalah orang yang memiliki segudang maslah dan selalu di benci pada masa lalunya.sehingga ketika masuk ke suatu lingkungan yang baru mereka menganggap tidak ada yg tau soal latar belakang mereka yg sesungguhnya dan berimbas pada kondisi dimana rasa ingin di puji muncul. segudang pertanyaan kembali muncul dan membuat aku pusing
"apa benar mereka bahagia dengan caranya?"
"apa mereka merasa semua yang tidak sama dengannya itu salah?"
"apa mereka mengtuhankan diri?"
"apa yang akan membuat mereka puas? padalah saya tau mereka mahluk yang tidak pernah puas"

setiap hari saya arahkan mata yang berlawanan pada sosok firaun muda itu,apa aku juga sudah jadi mahluk yg termakan emosi?.emosi hanya akan menimbulkan masalah baru dan bahkan tidak akan menyelesaikan masalah,saya selalu beranggapan bahwa pukulan bisa membuat org jera.tapi setelah berbagai macam masalah saya lalui ternya ada suatu kekuatan yang hebat untuk mengalahkan emosi yaitu senyum.dengan senyum kita bisa lebih mengerti apa yg mereka pikirkan tentang kita dengarn caranya membalas senyum kita. anggaplah bahwa uang adalah tuhan mereka, coba saya berikan senyum dan ternyata balsan mereka hanya berpaling muka dan bahkan semakin mengolok saya.dan ahirnya saya berkesimpulan bahwa masih banyak orang ketakukan untuk di olok" lebih dulu dan mengalihkan pembicaraan ke arah tuhannya itu yaitu uang.

saya pergi dan menghampiri sahabat saya dan bertanya pada mereka, apa pendapat kalian tentang mereka? "mereka itu sombong dan pilih" lalu muncul rasa bersalah di diri saya bahwa jika saya menilai mereka sombong bukankah saya pun termasuk org yg sombong karna sudah menilai org.hingga detik ini masih muncul beribu" pertanyaan yg muncul dan mengajak saya untuk lebih bersifat apatis daripada kritis yg berujung pada fitnah. semoga semua tahu bahwa di balik tanah ada tanah dan di atas langit ada langit. tak pernah ada manusia yang "paling" semua ada batasannya.
semoga dalam waktu dekat saya bisa menjawab semua pertanyaan saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar