hoby membaca buku" filsafat bikin saya tertarik
untuk berfikir tentang kehidupan ini,banyak sekali teori" pembenaran yg
telah di tulis dan bahkan para pujangga" kata yg sejuk seperti plato dan
aristotles telah membuku kannya dan mungkin jd kitab bagi sebagian org. lalu
muncul pertanyaan "apa benar mereka mengerti tentang arti
hidup?",saya kira tidak. apa mungkin banyak hal bisa di selesaikan dengan
satu solusi yg di buat pada abad yg lalu?,lingkungan telah berubah,dnia semakin
berkembang, dan masalah pun kian beragam. dan skarang pun saya di hadapkan
dengan satu permasalahan dimana sebuah permasalahan membuat kita selalu
membandingan hidup kita dengan org lain yg pada dasarnya jelas berbeda.
bahkan banyak org yg mewarisi sifat" dari firaun,
mereka mengnggap semua hal dimilikinya bagus dan orang lain selalu salah di
matanya. muncul satu fakta bahwa ternyata di balik kesombungan mereka ternyata
mereka hanyalah orang yang memiliki segudang maslah dan selalu di benci pada
masa lalunya.sehingga ketika masuk ke suatu lingkungan yang baru mereka
menganggap tidak ada yg tau soal latar belakang mereka yg sesungguhnya dan
berimbas pada kondisi dimana rasa ingin di puji muncul. segudang pertanyaan
kembali muncul dan membuat aku pusing
"apa benar mereka bahagia dengan caranya?"
"apa mereka merasa semua yang tidak sama dengannya
itu salah?"
"apa mereka mengtuhankan diri?"
"apa yang akan membuat mereka puas? padalah saya tau
mereka mahluk yang tidak pernah puas"
setiap hari saya arahkan mata yang berlawanan pada sosok
firaun muda itu,apa aku juga sudah jadi mahluk yg termakan emosi?.emosi hanya
akan menimbulkan masalah baru dan bahkan tidak akan menyelesaikan masalah,saya
selalu beranggapan bahwa pukulan bisa membuat org jera.tapi setelah berbagai
macam masalah saya lalui ternya ada suatu kekuatan yang hebat untuk mengalahkan
emosi yaitu senyum.dengan senyum kita bisa lebih mengerti apa yg mereka
pikirkan tentang kita dengarn caranya membalas senyum kita. anggaplah bahwa
uang adalah tuhan mereka, coba saya berikan senyum dan ternyata balsan mereka
hanya berpaling muka dan bahkan semakin mengolok saya.dan ahirnya saya
berkesimpulan bahwa masih banyak orang ketakukan untuk di olok" lebih dulu
dan mengalihkan pembicaraan ke arah tuhannya itu yaitu uang.
saya pergi dan menghampiri sahabat saya dan bertanya pada
mereka, apa pendapat kalian tentang mereka? "mereka itu sombong dan
pilih" lalu muncul rasa bersalah di diri saya bahwa jika saya menilai
mereka sombong bukankah saya pun termasuk org yg sombong karna sudah menilai
org.hingga detik ini masih muncul beribu" pertanyaan yg muncul dan
mengajak saya untuk lebih bersifat apatis daripada kritis yg berujung pada
fitnah. semoga semua tahu bahwa di balik tanah ada tanah dan di atas langit ada
langit. tak pernah ada manusia yang "paling" semua ada batasannya.
semoga dalam waktu dekat saya bisa menjawab semua
pertanyaan saya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar